Sunday, June 1, 2025

Transition chapter about me


Wah sudah lama tidak menulis di blog, sebenernya sempat lupa blog ini. Saat mau create new blog, ternyata blog lama ini muncul.

I read my writing years ago. That was me when I was being a fresh graduate person, really ambitious to explore and use my knowledge. I was young. Luckily, I was working in a growing company at 1st, tempat di mana aku bisa check ombak. Aku bisa memberikan banyak influence di dalamnya dengan banyak kerja sama dengan colleagues di dalam perusahaan tersebut. From none, I created a company system manually, integrated with the people inside. I created the basic control from the business process, physical documentation, authorisation procedure, warehousing management, production management, safety management. I learned from the engineer, accounting and management point of view. The company supported my work by implementing SAP program. It is expensive to buy SAP program. Dari situ, perusahaan jadi lebih mudah melakukan planning, reporting terutama untuk stakeholders, mempermudah audit, mempermudah mempersiapkan dokumentasi untuk tender, mempertanggungjawabkan loan dari bank, lebih mudah dalam pengawasan/control. Woww, that was huge for me. I like to simplify complicated things by grouping them, make system for them. Controlling them is the next level.





Dulu, sewaktu sudah mau lulus kuliah, pikiran yang pertama kali muncul adalah cepat kerja. Cepat mencari uang sendiri. Do things I could not do dengan uang saku yang terbatas dari orang tua. I was really afraid to ask from my parents, sudah dibesarkan dengan baik, diberikan pendidikan yang baik, aku tidak mau membenani orang tua dengan minta belikan ini itu. Aku tidak pernah punya hp. Kalaupun punya, itu adalah hp pemberian dari kantor bapak karena beliau bekerja di perusahaan telekomunikasi. Itupun hp biasa saja. Uang saku hanya  cukup untuk ongkos dan makan siang. Kalau mau beli keperluan sekolah/kampus yang mahal dan diwajibka, harus minta dlu sama orang tua. I could not wait to work and gain my own sallary. Bisa lebih mandiri, bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Punya kemampuan untuk improve diri. Bisa memberi hasil kerja kepada orang tua. Simple. Sebenarnya aku sudah pernah bekerja internship di tahun 2010 di kantor akuntan publik di daerah Kuningan. Jadi sudah pernah merasakan senangnya tidak minta uang lagi dari orang tua dan senangnya jadi berdaya sendiri.





 

At 1st, memasukkan banyak lamaran, lalu beberapa panggilan kerja dan tes-tes. I was so raw and green. Hari itu aku sudah bekerja di salah satu perusahaan yang membuat pompa untuk pertambangan minyak dan menyediakan service bagi perusahaan minyak besar di Indonesia, salah satunya Pertamina. Kantor pusatnya kecil saja di daerah Kelapa Gading. Bukan perusahaan besar pencakar langit. Aku kerja di daerah Kelapa Gading sampai aku dipindah ke daerah Cileungsi di Warehouse utamanya. Keuntungannya ongkosnya lebih murah dan tidak ada macet karena melawan arus kemacetan. Perusahaan tempat ku bekerja adalah salah satu cabang dari suatu parent company. Salah satu perusahaan besar yang ada di group itu adalah perusahaan nikel di Morowali yang merupakan investasi dari China. Kebetulan anak pemilik perusahaan besar itu jg bekerja di tempat aku bekerja, dia lulusan Australia.

Oh, di hari aku bekerja tahun 2012 itu, aku di telpon oleh kantor akuntan publik tempat aku melamar dan dinyatakan lulus. Kantor akuntan itu berada di Sudirman. Tapi saat itu aku memilih melanjukan di perusahaan tempatku sudah mulai bekerja.

Dari tahun 2012 aku lulus sampai 2014, aku fokus dengan challenges yg ada di kantor. Sesekali aku mencoba melamar management trainee di beberapa perusahaan besar, namun belum beruntung. I like to learn, even when I was still working, I took tax classes on weekend. I spent my salary for my personal basic need, to give my gratitude to my parents, give my own offering, improving my skill, and also  appearance to be more professional and presentable. Lalu, perusahaan tambang mengalami kendala tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia, saat itu banyak yang dirumahkan, pemerintah juga sulit membayar tagihan. Aku memutuskan mencari kerja di tempat lain, lalu pindah ke perusahaan lain di daerah Thamrin. Aku sebenarnya sangat tertarik dengan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, tapi aku tidak dapat kesempatan saat itu, juga dengan situasi pertambangan yang sulit masa itu, aku cari kesempatan di perusahaan dengan bidang lain. Dari berkat Tuhan, aku diarahkan Tuhan dan aku bisa kerja di suatu perusahaan International-Thailand. Di suatu kantor di Thamrin, tepat di seberang Bank Indonesia. Aku ingat hari aku diterima kerja, daun-daun pohon besar di samping kantor itu berguguran sungguh indah tertiup angin saat aku lewat.



Tidak lama dari aku bekerja di situ, perusahaan yang banyak bergerak di bidang bahan bangunan dan konstruksi ini makin naik daun. Iklannya ada di mana-mana, salah satunya di billboard besar di bandara. Karena pekerjaanku di bidang internal audit, aku banyak visit ke kantor2 cabang dalam satu team bersama team senior dari Thailand, untuk mengevaluasi internal control dan memberikan input perbaikan yang perlu. Aku banyak travelling saat itu, ke luar kota dan ke Thailand.




 

Aku sangat senang dan bangga. Aku teringat di tahun 2014 aku pergi bersama 2 sahabatku ke Singapore dengan dana dari hasil kerja kami sendiri, lalu bapak bilang, bapak tidak bangga anak bapak ke luar negri pakai uang sendiri (Karena dulu bapak sering dikirim ke luar negri ke China, Singapore dan Eropa dari kantornya). Bapak bilang biasa saja kalau bisa ke luar negri pakai uang sendiri. Jiwa ku yang selalu pingin menyenangkan orang tua merasa terketuk saat itu. Dan bisa dikirim ke Thailand 2x aku sangat senang sekali. Tabunganku ku pakai untuk pernikahanku.




Until I finally got married in 2016, and I had to resign and moved to Australia with my husband. I thought that he could work in Indonesia but then he said akan mudah cari kerja di Australia. Daan, jiwa ku yang selalu ingin menyenangkan orang tua saat itu mendengar kalau orang tua senang kalau setelah berumah tangga anak2 bisa hidup bersama. Jadi, aku pun pindah ke Australia ikut suami.



Wednesday, November 11, 2015

Flash reminder

Olla..

No body is perfect, nothing is perfect,
In fact that, there is no such thing as a perfect life.

Everyone try to create, plan, design or prepare a perfect life, the perfect events, presents, but we dont know where life brings us.  

Monday, September 15, 2014

Challenges in company #2

Saya terbangun pagi ini dan otak saya terus berpikir dari kemarin.

Saya berada pada divisi produksi, dimana divisi ini membawahi gudang produksi yang masih berada pada gudang utama. Gudang utama terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu gudang research and development, gudang produksi, gudang stock, gudang production and safety tools, gudang fg, gudang import, gudang sales.

Selain itu juga, divisi produksi memiliki bagian procurementnya sendiri.

Apabila ada konsumen yang mau membeli barang, mereka mengajukan permintaan harga ke divisi sales, service and maintenance. Itu adalah 1 divisi yang sedang ancang-ancang terpisah dari divisi produksi (spin off perusahaan). Permintaan harga itu kemudian diserahkan kepada saya (mentah-mentah). Permintaan konsumen itu ada yang berupa pembelian spare parts untuk maintenance (overhaul/rekondisi) dan unit product. Yang perlu diketahui adalah, sistem pada perusahaan belum ada sehingga segala hal masih dilakukan menggunakan excel sampai pada tgl 1 okt (rencananya). Kesulitan saya adalah seperti mencari bulu dalam tumpukan kain woll. Nama barang yang diminta konsumen rata-rata tidak sama dengan nama barang menurut data gudang, dan nama-nama tersebut berbeda dengan nama dari supplier. untuk mencari harga 1 barang, saya harus mencari dari berbagai macam rekapan (PO import, PO lokal, tanya sana sini), yang lebih membuat sulit adalah, saya tidak memiliki dasar yang kuat dari sisi teknis, jadi saya tidak terlalu mengenal barang-barang tersebut. Tidak ada training sehingga saya harus mempelajarinya sendiri melalui tanya jawab. Hal memberi harga itu menghabiskan waktu saya, ditengah-tengah transisi perusahaan yang juga memberikan banyak tugas bagi saya disamping pekerjaan rutin yang harus saya jalankan.

Hal-hal tersebut membuat saya pusing. Yang tidak habis saya pikir adalah, saya terus memberikan harga, tapi saya tidak pernah menerima request (Purchase Order/Sales Order). Kemudian nanti saya oleh orang produksi disuruh membuat work order (bukan manajer yang menyuruh saya, tapi supervisor. Lucunya supervisor bisa lebih tau pekerjaan dibanding manajer, bagaimana alur kerjanya). Atau kadang tiba-tiba saya sudah menerima Delivery Order.

Yang lebih lucunya lagi, ketika saya lagi pusing-pusing cari harga, barang sudah dikirim ke konsumen. Quotation masih menggantung di file saya, tiba-tiba orang-orang sudah sibuk mau pengiriman. What the??

Yang aneh lagi, konsumen bisa lebih tau nama barang-barang di gudang dibandingkan penjualnya/yang belanja barang.

Gitu deh.. pusing...





Sunday, August 17, 2014

Menciptakan suasana kerja kondusif idea

Idenya adalah People and Profit adalah 2 hal yang paling penting dalam perusahaan. Kedua hal ini yang nantinya akan melebar ke arah CSR baik kaitannya dengan masyarakat sekitar maupun lingkungan. Dan kesemuanya terkait dengan Safety.

Waktu jalan-jalan ke singapura bulan mei lalu, suatu hal yang membuat saya kagum dengan negara tersebut adalah keteraturannya. Dan salah satu pendukung sistem keteraturan tersebut adalah adanya sign. Dalam suatu artikel yang ditempel di salah satu tiang di negara tersebut menyatakan "signs increase profit".

Jadi, pekerjaan utama dari suatu perusahaan adalah memotivasi karyawannya. Itu merupakan tugas yang penting dan juga berat dan harus dilakukan terus menerus. Ada berbagai macam cara dalam memotivasi karyawan. Hal tersebut tergantung pada kondisi dan latar belakan karyawan. Bagi karyawan skill yang muda, mereka mengharapkan penghasilan yang memadai disertai kesempatan untuk mendevelop dirinya, meningkatkan value nya dan menunjukkannya serta memperoleh reward dari usahanya. Memperoleh pengakuan. Bagi karyawan non skill sebenarnya tidak jauh beda, namun mereka lebih menuntut penghasilan memadai serta suasana kerja yang nyaman namun tidak terlalu banyak ideas yang menuntut mereka untuk memutar otak. Pekerjaan mereka terkait perhitungan timbal balik. Tidak mustahil seorang karyawan non skill ingin meningkatkan diri menjadi karyawan skill dan memiliki keinginan selayaknya karyawan skill. Bagi karyawan yang sudah berkeluarga apalagi memiliki anak, Penghasilan yang memadai, peningkatan jati diri, suasana kerja yang kondusif yang sebanding dengan hasil yang didapat, serta perhatian perusahaan terhadap keluarganya merupakan hal penting.

Tapi jangan lupa, perusahaan juga bertugas mendidik karyawannya. Membina mereka menjadi sosok yang bertanggung jawab, bernilai, disiplin, cerdas.

Selain itu salah satu cara memotivasi karyawan adalah dengan adanya kegiatan keagamaan di kantor. Memupuk rasa keimanan yang tinggi. Selain itu juga, memotivasi dengan sign/poster/gambar/tulisan.

Berbagai macam cara memotivasi karyawan.

Pada dasarnya dalam tahap perekrutan adalah penting, sebab, perusahaan harus benar-benar memilih orang yang dapat dibentuk sesuai budaya perusahaannya. Sikap karyawan yang sulit dibentuk dan cenderung gegabah serta kontroversial dapat merusak struktur dan budaya yang ingin dibangun dalam perusahaan. Selayaknya penyakit dalam tubuh.

Menurut saya perlu juga adanya semacam sistem whistleblower, dimana pelakunya harus dilindungi dan dirahasakan namanya. Dapat dilakukan melalui nomor, surat kaleng versi legal, ataupun email. Dengan menjaga kerahasiaan dapat dipastikan akan banyak temuan melalui whisteblower yang dapat dicari jalan keluarnya bagi mereka yang sulit speak up/tidak berani/demi melindungi diri.

Contoh :

Warehousing Management ideas

Menurut saya, warehouse Cileungsi (Expertest Rekayasa Energy wanna be) dibagi menjadi 3 area/klasifikasi utama, dan menurut perspektif saya, dapat diaplikasikan dan disesuaikan dengan SAP Business one. 3 area tersebut antara lain:

A. Manufacturing warehouse
B. Main Warehouse (sebenarnya tidak dapat dikatakan main, melainkan suatu warehouse tempat penampungan pertama ketika barang diinput pertama kali dan sebelum dapat dimasukkan dalam klasifikasi)
C. Research and Development warehouse
D. Special Space

MANUFACTURING WAREHOUSE
Berisi seluruh material yang telah dipaketkan (powerpack maupun menara), baik dalam box maupun penomoran. Diusahakan space nya satu tempat sehingga memudahkan. Penempatan paket baik pada space khusus maupun palet/box.




MAIN WAREHOUSE
Dibagi menjadi 2 macam antara lain material sebagai barang-barang sales (merchandise inventory: beli kemudian jual), dan material stock. Material stock hanya ditempatkan sementara pada area ini, yang dalam dekat akan segera ditransfer ke paket-paket pada manufacturing warehouse.

R&D WAREHOUSE
Berisi seluruh material yang dipergunakan untuk tujuan riset dan pengembangan produk. Artinya, produk-produk yang dikerjakan tersebut diperuntukan untuk membuat prototype yang bukan bertujuan untuk dijual. Dasar akuntansi dari R&D terdapat pada PSAK No. 19.
Seluruh material untuk kebutuhan research and development pada dasarnya langsung diakui sebagai beban/expense pada saat terjadinya. Dapat diakui sebagai beban research and development atau dimasukkan dalam beban marketing dan promosi. Bukan diakui sebagai asset. Jurnalnya:

Dr. Biaya r&d (biaya promosi & marketing)
Cr. Cash

atau apabila materialnya menggunakan barang stock tidak dianggap sebagai WIP, jadi jurnalnya

Dr. Biaya r&d (biaya promosi & marketing)
Cr. Raw Material / Component

Penggunaan tenaga kerja jurnalnya:

Dr. Biaya r&d (biaya promosi & marketing)
Cr. Cash

Material R&D dapat diakui sebagai asset, apabila dalam pengerjaannya produk yang yang dikerjakan tersebut dapat diukur pengeluarannya, bertujuan untuk dijual, dapat diketahui nilai ekonomisnya.

Untuk prototype yang dijual akan dijelaskan selanjutnya.

TRANSFER MATERIAL.
Setiap material yang ingin berpindah gudang akan dikatakan sebagai transfer material.

SPECIAL SPACE
Untuk material yang ditempatkan di dalam ruangan karena memerlukan kondisi khusus. Atau juga untuk material dalam ukuran besar dan heavy duty, dapat ditempatkan di area lain, dengan area khusus yang menandakan bahwa barang tersebut merupakan stock manufacturing warehouse dan juga diberikan label.



Nantinya akan ada warehouse rekayasa, maksudnya adalah, warehouse tersebut dibuat seakan-akan untuk keperluan produksi, namun, pada warehouse tersebut terjadi convert material, dari RM menjadi SFG yang kemudian masuk kembali ke dalam komponen Manufacturing Warehouse.

PEMBENTUKAN AREA
Pembentukan area adalah penting, yang nantinya berujung pada pembuatan koordinat yang bertujuan untuk mempermudah dalam sisi transfer fisik barang ataupun penemuan fisik barang di gudang. Semacam menciptakan alamat bagi setiap material yang disimpan di gudang.

PENGATURAN WAREHOUSE
Tempatkan barang yang besar dan berat di dekat pintu keluar. Kartu stock berguna untuk ketika material ditambah atau dikurangi dari masing-masing "alamat rumahnya". Kartu stock menurut saya di letakan secara terkumpul di ujung setiap rak. Dan di setiap kartu stock diberikan kelengkapan berupa foto barang dan spesifikasi generalnya serta barcodenya. Tujuannya adalah untuk mempermudah staf gudang dalam menemukan barang dan mengisi stock, serta mengurangi human error (salah mengisi kartu stock). Di setiap "rumah material" disediakan plat alamatnya yang disesuaikan dengan yang ada di kartu stock. Setiap rak juga diberi nomor untuk mempermudah pencarian. Dan setiap area diberi sign huruf.




Untuk orang-orang yang bekerja di gudang saling bagi-bagi tanggung jawab, siapa yang bertugas dalam pembukuan material masuk dan keluar, menghandle barang masuk, dan menghandle barang keluar (untuk tujuan dijual/diproduksi menjadi FG/Diproduksi menjadi SFG baik oleh internal perusahaan maupun external perusahaan).

To be continued...

Wednesday, August 6, 2014

PRAYER

Bapa,
pada hari ini aku sedang berulang tahun.
Terima kasih Bapa, karena selama ini Kau selalu menyertai aku.
Aku tau itu, karena aku merasakan kasihMu.
Bila ku lihat hidupku ke belakang,
begitu berat tanpaMu..
Tapi, Engkau menolong aku dan membimbing aku,
sehingga aku dapat melewati semua itu dengan baik.

Bapa,
mungkin orang tidak tau apa yang ku rasakan,
tetapi Engkau tau betul setiiap beban hidupku, pergumulan ku, sukacitaku,
Kau memang  Bapa ku.
Kau mengajarkan aku berbagai hal, tentang kasihMu yang besar kepada siapapun tidak terkecuali.
Tentang berbelas kasih kepada orang lain, pengertian dan kepekaan.

Bapa,
ini lah doa ku di hari ulang tahun ku ini..
Agar Engkau terus menjadi Bapa-ku.
Agar Engkau terus menyertai dan mengasihi aku.
membimbing aku..
Berikanlah bagiku kebijaksanaan,
Berikanlah kesabaran dan kekuatan bagi hatiku,
Berikanlah aku kebahagiaan.
Damai sejahtera yang dari Tuhan Yesus.
Lebih-lebih Tuhan, bahagiakanlah bapak dan mama ku, juga adik-adik ku.
Sayangilah mereka yang menyayangi aku dan ampuni yang membenci aku,
bantu aku biar tetap damai sejahtera dan berkatilah aku
dan biarlah aku dapat memberikan yang terbaik kepada mereka yang menyayangi aku.

Itulah doa ku ya Tuhan.
Dalam nama AnakMu Tuhan Yesus Kristus juru slamat ku yang hidup
Aku telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin.



Wednesday, October 16, 2013

Menunggu hasil tes seleksi

Lama nyaaaaa hasil seleksi keluar.. it has been a month... 
Bener-bener bikin pressure daaaaannnn enjoy aja lah...
Di hari-hari terakhir kerja di kantor yang sekarang, berusaha aja memantapkan segalanya, merapikan apa yang bisa dirapikan, mengadakan yang belum ada yang bisa diadakan...Berbuat semua kebaikan yang mungkin.. Belajar ikhlas dan berserah sama Tuhan....
*percaya diri sekaliiiii akan luluss

Mudah-mudahaaaan ya Tuhaan, kalau memang Kau berkenaan....Amiiiiinnnnnn

Transition chapter about me

Wah sudah lama tidak menulis di blog, sebenernya sempat lupa blog ini. Saat mau create new blog, ternyata blog lama ini muncul. I r...